Fana merupakan kata yang diserap dari bahasa Arab dan secara leksikal bermakna tiada atau binasa.[1] Dalam terminologi Irfan, fana disebutkan sebagai tenggelamnya seorang hamba dalam samudera Ilahi. Sedemikian karamnya sehinggga kemanusiaan seorang hamba lebur dan sirna dalam rububiyah Tuhan.
Untuk menjelaskan duduk perkara dari apa yang dijelaskan sebelumnya kiranya poin-poin berikut ini perlu mendapat perhatian:
Sebagaimana [...]
Doktrin wahdat al-wujud adalah doktrin yang fundamental dalam dunia tasawuf atau irfan (Islamic Mysticism), yang juga menjadi isu yang besar di kalangan para mistikus Islam dan mistikus non-Islam. Dan doktrin ini semakin menemukan bentuknya secara sistematis dalam irfan Ibnu Arabi.
Seperti yang telah dijelaskan dalam paragraf-paragraf sebelumnya bahwa yang real hanyalah Allah; Yang azali dan abadi; [...]
Dalam pandangan irfan dan urafa Muslim manusia pesuluk adalah manusia yang dengan menapaki jalan-jalan spiritual ia kembali ke tempat asalnya, menyirnakan jaraknya dengan Dzat Tuhan, dan meniadakan dirinya sendiri dengan kedekatan kepada-nya (fana dalam asma dan sifat Tuhan) serta mengabadikan dirinya dengan kebersamaan dengan-Nya (baqa dengan dzat-Nya).
Allah Swt berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya kamu menuju kepada [...]
Konon, pada suatu masa hidup seorang peniaga minyak yang biasa menjajakan minyaknya dari desa ke desa, kampung ke kampong dengan menggunakan kuda sebagai tunggangannya. Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, bagaimanakah engkau dapat mengenal Tuhan? Si penjaja minyak tersebut berkata, “Dengarkan baik-baik! Aku setiap waktu meniti jalan semenjak awal untuk menjajakan minyak, setelah mengisi penuh wadah [...]
Ibadah dapat diekspresikan dengan pelbagai cara. Salah satu cara ekspresi ibadah itu adalah mengingat para wali Allah sebagai perwujudan cinta kepada Allah Swt. Dalam hadis nabawi disebutkan bahwa mengingat Ali adalah ibadah. Mengingatnya akan mengantarkan kita kepada sebuah mata air kecemerlangan karena darinya bersumber pelbagai keutamaan, kebaikan, dan kesempurnaan. Mengingat Ali, sebagaimana Carlyle, yang menandaskan [...]
Barangkali Anda sangat familiar dengan aporisme di atas. Tentu bagi mereka yang memiliki kuriositas tentang kehidupan sudah barang tentu sering mengulang-ngulang aporisme ini. Sebuah aporisme yang menantang manusia untuk membuat hidup lebih berarti dan bermakna. Lebih dinamis dan progresif. Socrates demikian juga Plato muridnya dalam menemani manusia mencari makna hidup bertutur bijak: “Hidup yang tidak [...]