Fana merupakan kata yang diserap dari bahasa Arab dan secara leksikal bermakna tiada atau binasa.[1] Dalam terminologi Irfan, fana disebutkan sebagai tenggelamnya seorang hamba dalam samudera Ilahi. Sedemikian karamnya sehinggga kemanusiaan seorang hamba lebur dan sirna dalam rububiyah Tuhan.
Untuk menjelaskan duduk perkara dari apa yang dijelaskan sebelumnya kiranya poin-poin berikut ini perlu mendapat perhatian:
Sebagaimana [...]



Di antara penggalan doa Sayidah Zahra: “Ya Allah sesungguhnya Aku memohon kekuatan untuk beribadah kepada-Mu, kejelasan tantang Kitab-Mu, serta pemahaman akan hukum-Mu. Ya Allah, salawat senantiasa tercurah bagi Muhammad Saw beserta keluarga sucinya, Janganlah kau jadikan Al-Qur’an jauh dari jangkauan kami, jembatan menjadi tempat tergelincirnya kami, dan jangan jadikan Muhammad Saw beserta keluarganya berpaling dari kami.” Balad al-Amin, hal. 101 
